makrifatunnas
7. Yang membuat segala sesuatu yang dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
8. Kemudian dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.
9. Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.
10. Dan mereka berkata: "Apakah bila kami Telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru [1191]?" bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.
11. Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, Kemudian Hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan."
[1191] maksudnya dihidupkan kembali untuk menerima balasan Tuhan pada hari kiamat
QS. ASSAJDAH.32 : 7-11
Pada dasarnya manusia tercipta dan akhirnya berada dalam kehidupan ini, semua orang tahu bahwa kita semua ada dan berada karena ada yang menghendaki dan menciptakan. Eksistensi manusia itu sendiri telah melahirkan banyak hal, corak dan warna kehidupan. Mereka semua, kita dan kalian, merupakan etintas kehidupan.
Hidup yang diharapkan adalah kehidupan yang abadi tanpa perlu dibatasi oleh mati dan kematian. Karena mati hanya sebuah episode memasuki ruang dan waktu yang akan merupakan gerbang bagi keabadian. Episode ini adalah sebuah fase kehidupan nisbi atau kehidupan fana diakhiri.
Track record dan sepak terjang manusia tanpa batasan format lahiriah, warna budaya, karekteristik keilmuan dan ketrampilan, bahkan tanpa membatasi dan terbatasi oleh gaya hidup dan kehidupan.
Sebelum memasuki fase mati dan kematian, kemerdekaan bertindak, kebebasan berfikir, keleluasaan merasa dan mengaktualisasikan dirinya, sangat memberikan andil untuk apa visi dan misi kita hidup, mengabdi, dan mendedikasikan dirinya uantuk apa dan siapa.
Sebuah tafsir personal bagi prilaku kemanusiaan untuk menalar dan mendadar dirinya, kaitannya dengan sebuah eksistensi, adalah ada pada dialog dan perenungan itu sendiri. Kemudian timbullah rumusan pertanyaan-pertanyaan yang harus diurai dan dijawab. Sebenarnya track yang mutlak kebenaran dan kemanfaatannya itu apa, siapa, dimana, kapan, bagaimana dan mengapa demikian.
Sepak terjang perkerjaan manusia sering memberikan gambaran bahwa tanpa karya, tanpa kreasi, dan tanpa improvisasi hidup itu berahir. Ia tak lagi bisa mengembangkan potensi dirinya, ia tidak lagi bisa dipandang sebagai orang yang hidup dan bisa menghidupi, ia seringkali menjadi beban dan penyakit bagi hidup dan kehidupan. Tanpa pekerjaan ( no Job) tidak sama persis dengan tidak makan (no Feed). Jobless atau di PHK sering diidentikan dengan keputusasaan (hopeless), bukan dengan makanan. Boleh jadi ini adalah sebuah gaya berfikir yang instan dan simple.
Tapi kesadaran ini akan muncul setelah mengalami proses panjang dalam kehidupan dan melalui berbagai fase hidup itu sendiri. Kesadaran biasanya muncul setelah orang tersebut menemukan setitik cercah kehidupan dan enligthment dalam dirinya. Setitik pencerahan akan terlahir manakala seseorang merasa bahwa ada Tuhan dalam dirinya. Ada kesadaran bahwa kita tidak jalan sendiri dan merasa terdesak untuk menyadarinya bahwa Tuhan tidak bisa diremehkan dan tidak mungkin tersingkirkan oleh egosentris dan fanatisme kemegahan dunia.
Air terpercik pada muka sendiri.
Maka basuhlah mukamu, bersihkan tanganmu, usap kepalamu dan telingamu, dan siram telapak kakimu agar tidak tersendat langkahmu dan tidak juga tersandung kedalam lubang kehidupan (yang sama dan sudah diketahui).Awalilah dengan tekad dan semangat bersama Tuhanmu dan akhiri dengan sebuah Harapan dan doa. Maka lakukanlah sholat kehidupan sebagai prasasti dan kehormatan pribadi. Tegakan dalam hidup dan prilaku kehidupan. Jangan lupa hanya Untuk Allah, tuhanmu dan tuhanku.