menjemput esok,
dengan senang hati hari ini ku kumpulkan bekal dari makanan yang ga basi dari minuman tanpa pengawet dari pakaian yang pantas pakai dari dana yang ga bisa dikorup dari pagi hingga petang dari siang hingga malam dari rumah hingga kantor dari jalanan hingga istana dari stasiun satu ke stasiun berikutnya jalan panjang terbentang di depan esok akan kudekap kau persis ketika bekal itu kau restui sebagai anugerah hari ini aku pamit untuk menemuimu setelah lengkap semua bekal dan laporan yang sudah diparaf, ditanda tangani dan distempel esok ... siapkan cahaya untukku agar kehangatan senyum dan ketulusan hatimu dapat kami salurkan dengan kecepatan cahaya indonesia, darah dan air mata bangsa ini tulus dan murni untukmu