Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

menjemput esok,

dengan senang hati hari ini ku kumpulkan bekal dari makanan yang ga basi dari minuman tanpa pengawet dari pakaian yang pantas pakai dari dana yang ga bisa dikorup dari pagi hingga petang dari siang hingga malam dari rumah hingga kantor dari jalanan hingga istana dari stasiun satu ke stasiun berikutnya jalan panjang terbentang di depan esok akan kudekap kau persis ketika bekal itu kau restui sebagai anugerah hari ini aku pamit untuk menemuimu setelah lengkap semua bekal dan laporan yang sudah diparaf, ditanda tangani dan distempel esok ... siapkan cahaya untukku agar kehangatan senyum dan ketulusan hatimu dapat kami salurkan dengan kecepatan cahaya indonesia, darah dan air mata bangsa ini tulus dan murni untukmu

mencoba untuk mendapatkan sebuah cerita

hari in semakin banyak cerita mulai dari mimpi, bangunnya sampai pada pengejaran mimpi itu sendiri ada romantika yang mengalir, disetiap setarikan nafasnya, anda boleh jadi bukan arifinto di forum rapat depeer ada dinamika yang menantang, disetiap gerak tubuhnya, anda mungkin bukan juga melinda dee di forum perbankan dan juga bukan gayus tambunan ada serentetan tembakan sehingga jiwa-jiwa melayang yang tak beri kesempatan bercerita apakah oleh radiasi nuklir di chernmobyl, fukusima, sidoarjo atau oleh rasa stress yang di britain, amerika, belanda, irak, afganistan, yerussalem, mesir, suriah, dan libya atau di madura dan di kampungmu ada serangkaian cerita di rumah, di kampung dan di kota, di kantor swasta dan negara, di sekretariat lsm dan pbb dan pssi dan kadin dan apa saja anda boleh jadi bukan yang sedang bercerita atau juga bukan yang sedang mengalami seperti Sang Presiden PKS atau bukan seperti Sang Jenderal di POLRI atau bukan rakyat sipil yang harus bertahan diri dari ...