menjemput esok,
dengan senang hati
hari ini ku kumpulkan bekal
dari makanan yang ga basi
dari minuman tanpa pengawet
dari pakaian yang pantas pakai
dari dana yang ga bisa dikorup
dari pagi hingga petang
dari siang hingga malam
dari rumah hingga kantor
dari jalanan hingga istana
dari stasiun satu ke stasiun berikutnya
jalan panjang terbentang di depan
esok akan kudekap kau
persis ketika bekal itu kau restui sebagai anugerah
hari ini aku pamit untuk menemuimu
setelah lengkap semua bekal dan laporan yang sudah diparaf, ditanda tangani dan distempel
esok ... siapkan cahaya untukku
agar kehangatan senyum dan ketulusan hatimu
dapat kami salurkan dengan kecepatan cahaya
indonesia,
darah dan air mata bangsa ini
tulus dan murni
untukmu
agar kehangatan senyum dan ketulusan hatimu
dapat kami salurkan dengan kecepatan cahaya
indonesia,
darah dan air mata bangsa ini
tulus dan murni
untukmu