melihat yang tercinta, indonesiaku di bumiku

Meihat tempat kelahiranku, di kampungku di jawa tengah, di kabupaten tegal, tepatnya di desa karangasem, banyak sekali perubahan-perubahan secara fisik lingkungannya maupun penduduknya. Dulu yang dengan pohon-pohon asem dan mahoni di pinggir jalan, gede-gede dan reranting dan daunnya rindang meneduhkan setiap pemakai jalan dan penghuninya, pohon-pohon jati yang tumbuh subur dan hijau, padi-padi tumbuh sehat dan aos isinya, burung-burung bangau dan emprit, dan prenjak, dan ketilang, dan tekukur, dan jalak, dan burung manyar dengan sarang-sarangnya yang mengagumkan, sapi-sapi yang gemuk dan perkasa di lapangan rumput yang hijau dan indah, bercengkerama dengan kambing , kerbau, dan bebek-bebek dan dengan para pengembalanya yang makan ketimun muda, dan kecipir, dan labuh, dan kacang-kacangan, dan juga singkong-singkong yang muda dan  manis tanpa direbus dan tanpa pula dibakar, alam kampungku itu berpadu mesra dengan anak-anak yang sepulang sekolah dan main layang-layang bergegas ke surau dan masjid begitu mendengar bedug dan kumandang adzan. 

Sapaan seorang ibu dan bapak, sebagai orang tua menyentuh hati dan membangkitkan kinerjanya yang tulus berpadu kash sayang. Guru-guru dan ustad begitu sederhana, tanpa mengeraskan pita suara dan menarik urat lehernya, mereka berkomunikasi dengan murid-muridnya dan juga penduduk kampung dengan suasana akrab, ramah, guyub dan bhineka, menambah memori otak pada hari ini, yang telah mengenal blog di cyber link ini, begitu kangen dan memadu kasih dengan sebuah kenangan-kenangan itu. Hal ini sangat berbeda sekali dengan alam dan zaman anak-anak sekarang ini. Yang sudah berani terang-terangan mengkritk dan menghardik guru dan pemimpin dan bahkan ibu-bapaknya.

Sangat berbeda jauh memang lompatan kehidupan ini.

Indonesiaku, telah melahirkan enam presiden dengan segala atribut dan masa kepemimpinannya, telah membeberkan berbagai type dan karakter dari setiap generasi ke generasi berikutnya, telah mendikte rakyat dan penduduk bangsa ini dari melalui komunikasi langsung, sederhana, dan mudah dimengerti sanpai kepada hegemoni kekuasaan yang dalam komunkasinya sulit dipahami dan tidak mudah dimengerti, tapi gampang menjadi virus dan mudah dicontoh, yakni sikap gampangan, instan dan korup.

Di kampungku yang jauh dari perkotaan, sekarang ini, tak beda jauh dengan hegemoni kehidupan di kota dengan segala problematika dan zamannya. Sopan santun sepertnya hanya ada di kamus dan di buku-buku, tata krama cuma ada di masa lalu, budi pekerti dan nilai luhur  dan norma kemasyarakatan tergerus bersama abrasi ahlak dan tata nilai sosial, susila, dan agama, yang dalam kenyataannya; yakni ahlak, tata nilai sosial, susila dan agama luntur dan nyaris sudah tidak lagi menjadi pegangan hidup atau way of life lagi, akan tetapi sangat mudah dikesampingkan ketika berhadapan dengan tata nilai yang menjunjung tinggi materialisme bagi kebutuhan warga bangsa Indonesiaku.

Saya kira lompatan tata nilai kehidupan ini, hanya terjadi dikampungku semata, akan tetapi ternyata juga  telah mengharubirukan kampung-kampung Indonesiaku.

Tawuran terjadi dari mulai pelajar, mahasiswa, warga, sampai pejabat di depeer  dan di perkantoran. Sikap korup dari rt, rw, lurah dan kepala desa, camat, bupati dan wali kota, gubernur, anggota DPR, MA, Kejaksaan, Peradilan, KPK, MK, KY, Polisi, Menteri dan presiden dan rakyatnya dan anggota masyarakatnya, pun pula tak lagi bisa disembuhkan dalam waktu dekat. 

Hegemoni kehidupan matrialisme, atheisme, asusila, kriminalisme, main instan dan main gampangan, sampai kapan bisa kita singkirkan dan kita sembuhkan? 

Indonesia, betapa prihatin engkau wahai bumi pertiwiku yang tercinta.


Postingan populer dari blog ini

bertepuk sebelah tangan, betemu di pelaminan

Koperasi mengidentifikasi bahwa Pelatihan Koperasi Syariah adalah untuk anggota aktif dan pelatihan ini untuk pengenalan lebih dekat apa dan bagaimana Koperasi Syariah itu. Yakni untuk meninjau kebutuhan anggota terhadap keberadaan Koperasi Syariah di Indonesia, manfaat dan juga pengelolaannya. Maka Pelatihan berfokus pada : 1. Kedudukan dan Fungsi Koperasi Syariah 2. Manfaat pengelolaan Usaha, Jasa, dan Simpan Pinjam dengan sistem Koperasi Syariah. 3. Hambatan dan tantangan berkoperasi secara Syariah. Tujuan Pelatihan Untuk 1. mengetahui dan memahami apa dan bagaimana Koperasi Syariah itu 2. Untuk mengetahui dan memahami prospek dan manfaat berkoperasi secara Syariah 3. Untuk mengetahui dan memahami hambatan dan tantangan dalam Penyelenggaraan Koperasi Syariah